Edisi 0: Surat Untuk WaniTangguh LPM SPEKTRUM
Jadi, Hai! ini blog baru. Sengaja memang bikin blog baru karena yang sebelumnya memang hanya untuk 'urusan pribadi', dan iniiii.. Khusus kubuat untuk menceritakan orang-orang terbaik dalam hidupku. Sudah lama sih bikin ini, tapi baru kutulis kali ini karena dari kemarin memang bingung siapa yang akan kutulis pertama kali. Terlalu banyak orang-orang istimewa di kehidupanku, dan siapapun kamu yang sedang membaca ini adalah sudah pasti istimewa. Uwuwuwuu~~
Jadi lagi, hehe siapa yang akan kutulis pertama? ide tentang siapa yang akan kutulis pertama kali muncul ketika usai event wisuda kampus kemarin. Kau teman kampusku kan? pasti tau kapan wisuda digelar, heuheu tanggal 14 lalu loooh... :v dan yang pertama kali kutulis adalah..
Jeng jeng
Ibu Negara kitaa...
Mbak Ulla dan Mbak Atut, pemikir, pencetus, pendiri, pejuang dan segala apa istilahnya ituu.. ya, dia pendiri LPM SPEKTRUM. Sebuah keluarga yang ia dirikan bersama kawan2nya yang pada akhirnya hanya bertahan segelintir, mungkin termasuk sayeee, wkwk Kukira ngga perlu kujelasin untuk bagaimana aku sangat mencintai keluarga ini. Karena memang sudah ku tulis di blog sebelah dengan tajuk Pengakuan #1 sampai Pengakuan #3, dan maaf ya mbak ulla kalo pengakuan-pengakuanku sangat jujur dan bkin sampean nangis hehe tapi sebenernya aku sayang kok, percaya deh.. (duh pengen ku kasih emot. Tapi dashboard sini ngga ada emoticon nya)
Satu-satunya alasan yang membuatku datang di event ini ya cuma karena pengen menjadi saksi kebahagiaan mbak ulla dan mbak atut. Dua wanitangguh yang selama ini sabar menjadi ibu buat keluarga kecil ini. Aku bahkan sama sekali ngga ada kepikiran untuk ketemu dengan kakak tingkat sejurusanku sendiri, meskipun mereka keluarga, tapi bagiku LPM ini jauh lebih keluarga. Lafyuuu pokoknya..
Aku dan alpain sama-sama ingin menemui dua wanitangguh ini, rasanya seperti ada ikatan sesuatu. Yang apa ya? ngga bisa dijelasin gitu. Rasanya sayang bangett. Aku, datang kesana bukan hanya sekedar untuk memberi selamat atau swafoto saja. Rasanya ada hal lain yang benar-benar mengetuk hatiku untuk mbak ulla. Asli! bahkan mengetik inipun aku setengah mbrabak mengingat betapa aku turut bahagia atas kelulusan ini.
Aku dan alpain sudah memanggang diri di bawah terik sejak setelah mendengar bahwa acara wisuda telah selesai dan para wisudawan-wisudawati bisa keluar. Kami menunggu di samping gerobak pentol 'bolo dewe', sambil memincingkan mata kami celingukan mencari sosok mbak ulla dan mbak atut. 'bagaimana rupa dua bidadari ini?' pertanyaan kami sama. Alpain bahkan bilang bahwa dia takut jika tidak mengenali dua bidadari ini karena riasan. wkwk
Alpain, yang pertama kali menemukan sosok mbak atut. Aaah... cantik nian ibu guru ini. kami berpelukan, cipika-cipiki sudah pasti, memberi jabatan tangan selamat. Kami turut bahagia sekali.. sangat bahagiaaa.. mbak atut yang pernah dengan baik hati memboncengku dari kampus ke tuban lalu keliling mencari berita kemudian pulang. Terima kasih kakak.. :) sek, ini fotonya..
Aku menulis ini sambil buka spotify dengerin lagunya Marcel - Takkan Terganti yang udah tak setel mode 'muter' gitu, jadi lagunya ya ini aja muter terus hehe dan entah udah berapa kali tak pause gegara ada adzan ashar berkumandang tapi diri ini tak kunjung beranjak untuk sholat. Dasar aku! tapi dua bidadari dan ibu negara ini memang ngga akan pernah tergantikan! lagu ini bikin baper, btw
Mbak atut dan keluarga berlalu ya kan memang harus foto ya, hehe. aku dan alpain celingukan lagi. mbak ulla nyempil dimana sih? masak setinggi itu masih ngga kelihatan juga ujungnya? hehe maap mbak.. guyon ya.. toss! Lagi-lagi alpain yang mengenalimu. kenapa aku enggak ya? hhmm.. alpain berteriak memanggilmu dan menarikku menyusulmu, mbak. Pas lihat wajahmu, seketika darahku berdesir, aku merinding, saat itu langsung muncul di benakku, 'ini mbak ulla? kenapa sudah wisuda? kenapa secepat ini sih? trus nanti siapa yang jadi motivasiku lagi?'... salaman, pelukan dan.. kau menangis membuatku ingin menangis jugaa :(( rasanya tu kek apa ya? aku merasa ada hubungan emosional (asek).. aku nangis juga dong :( mbak ullaa aku sayaang bangeeettt..
Sayang karena bagaimana mbak ulla dulu gembleng aku buat nulis, kasih semangat kasih keyakinan penuh, kasih kenyamanan dimana saat itu aku ngga menemukan rasa senyaman itu dimanapun. bahkan rujukan ku ke kampus hanya untuk LPM saat itu. Betapa aku merasa ini adalah keluarga paling baik dan mbak ulla meskipun agak keras tapi aku menyadari inilah ibu yang sebenarnya. Aku senang saat mbak ulla peluk aku di gazebo ketika curhat dan nangis, nemenin aku nyegat bis, terima kasih.. aduh aku nangis :(( ingat, gimana mbak ulla ngerevisi tulisanku sampek 4 kali dalam semalam. Karena cintaku pada menulis dan citaku ingin seperti alif dalam novel, aku menyanggupi tanpa tidur malam itu. Mbak ulla itu seperti sosok bang togar di novel ranah 3 warna, yang ngajarin alif nulis dengan sangat keras sampek alif sukses. Itulah kenapa dari dulu ketika revisi aku ngga pernah ngeluh, aku meyakini bahwa mbak ulla cermin dari bang togar.
Terima kasih banyak mbak ulla.. mbak atut. Terima kasih telah tetap bersedia menerima pelukku. Terima kasih atas semua ilmunya,, tolong jangan berhenti untuk nyemangatin aku, ya. aku tu lemah dan kucel kayak kemangi pecel, cuma pinter ketawa doang. Sukses terus disana.. bakal kangen bangeettt..lafyuuuu
jadi, setelah ini siapa yang akan kutulis?
Jadi lagi, hehe siapa yang akan kutulis pertama? ide tentang siapa yang akan kutulis pertama kali muncul ketika usai event wisuda kampus kemarin. Kau teman kampusku kan? pasti tau kapan wisuda digelar, heuheu tanggal 14 lalu loooh... :v dan yang pertama kali kutulis adalah..
Jeng jeng
Ibu Negara kitaa...
Mbak Ulla dan Mbak Atut, pemikir, pencetus, pendiri, pejuang dan segala apa istilahnya ituu.. ya, dia pendiri LPM SPEKTRUM. Sebuah keluarga yang ia dirikan bersama kawan2nya yang pada akhirnya hanya bertahan segelintir, mungkin termasuk sayeee, wkwk Kukira ngga perlu kujelasin untuk bagaimana aku sangat mencintai keluarga ini. Karena memang sudah ku tulis di blog sebelah dengan tajuk Pengakuan #1 sampai Pengakuan #3, dan maaf ya mbak ulla kalo pengakuan-pengakuanku sangat jujur dan bkin sampean nangis hehe tapi sebenernya aku sayang kok, percaya deh.. (duh pengen ku kasih emot. Tapi dashboard sini ngga ada emoticon nya)
Satu-satunya alasan yang membuatku datang di event ini ya cuma karena pengen menjadi saksi kebahagiaan mbak ulla dan mbak atut. Dua wanitangguh yang selama ini sabar menjadi ibu buat keluarga kecil ini. Aku bahkan sama sekali ngga ada kepikiran untuk ketemu dengan kakak tingkat sejurusanku sendiri, meskipun mereka keluarga, tapi bagiku LPM ini jauh lebih keluarga. Lafyuuu pokoknya..
Aku dan alpain sama-sama ingin menemui dua wanitangguh ini, rasanya seperti ada ikatan sesuatu. Yang apa ya? ngga bisa dijelasin gitu. Rasanya sayang bangett. Aku, datang kesana bukan hanya sekedar untuk memberi selamat atau swafoto saja. Rasanya ada hal lain yang benar-benar mengetuk hatiku untuk mbak ulla. Asli! bahkan mengetik inipun aku setengah mbrabak mengingat betapa aku turut bahagia atas kelulusan ini.
Aku dan alpain sudah memanggang diri di bawah terik sejak setelah mendengar bahwa acara wisuda telah selesai dan para wisudawan-wisudawati bisa keluar. Kami menunggu di samping gerobak pentol 'bolo dewe', sambil memincingkan mata kami celingukan mencari sosok mbak ulla dan mbak atut. 'bagaimana rupa dua bidadari ini?' pertanyaan kami sama. Alpain bahkan bilang bahwa dia takut jika tidak mengenali dua bidadari ini karena riasan. wkwk
Alpain, yang pertama kali menemukan sosok mbak atut. Aaah... cantik nian ibu guru ini. kami berpelukan, cipika-cipiki sudah pasti, memberi jabatan tangan selamat. Kami turut bahagia sekali.. sangat bahagiaaa.. mbak atut yang pernah dengan baik hati memboncengku dari kampus ke tuban lalu keliling mencari berita kemudian pulang. Terima kasih kakak.. :) sek, ini fotonya..
![]() |
| gingsulnyaaa~~ |
Aku menulis ini sambil buka spotify dengerin lagunya Marcel - Takkan Terganti yang udah tak setel mode 'muter' gitu, jadi lagunya ya ini aja muter terus hehe dan entah udah berapa kali tak pause gegara ada adzan ashar berkumandang tapi diri ini tak kunjung beranjak untuk sholat. Dasar aku! tapi dua bidadari dan ibu negara ini memang ngga akan pernah tergantikan! lagu ini bikin baper, btw
Mbak atut dan keluarga berlalu ya kan memang harus foto ya, hehe. aku dan alpain celingukan lagi. mbak ulla nyempil dimana sih? masak setinggi itu masih ngga kelihatan juga ujungnya? hehe maap mbak.. guyon ya.. toss! Lagi-lagi alpain yang mengenalimu. kenapa aku enggak ya? hhmm.. alpain berteriak memanggilmu dan menarikku menyusulmu, mbak. Pas lihat wajahmu, seketika darahku berdesir, aku merinding, saat itu langsung muncul di benakku, 'ini mbak ulla? kenapa sudah wisuda? kenapa secepat ini sih? trus nanti siapa yang jadi motivasiku lagi?'... salaman, pelukan dan.. kau menangis membuatku ingin menangis jugaa :(( rasanya tu kek apa ya? aku merasa ada hubungan emosional (asek).. aku nangis juga dong :( mbak ullaa aku sayaang bangeeettt..
Sayang karena bagaimana mbak ulla dulu gembleng aku buat nulis, kasih semangat kasih keyakinan penuh, kasih kenyamanan dimana saat itu aku ngga menemukan rasa senyaman itu dimanapun. bahkan rujukan ku ke kampus hanya untuk LPM saat itu. Betapa aku merasa ini adalah keluarga paling baik dan mbak ulla meskipun agak keras tapi aku menyadari inilah ibu yang sebenarnya. Aku senang saat mbak ulla peluk aku di gazebo ketika curhat dan nangis, nemenin aku nyegat bis, terima kasih.. aduh aku nangis :(( ingat, gimana mbak ulla ngerevisi tulisanku sampek 4 kali dalam semalam. Karena cintaku pada menulis dan citaku ingin seperti alif dalam novel, aku menyanggupi tanpa tidur malam itu. Mbak ulla itu seperti sosok bang togar di novel ranah 3 warna, yang ngajarin alif nulis dengan sangat keras sampek alif sukses. Itulah kenapa dari dulu ketika revisi aku ngga pernah ngeluh, aku meyakini bahwa mbak ulla cermin dari bang togar.
![]() |
| cantik kan? mbak ulla maksutnya :v |
Terima kasih banyak mbak ulla.. mbak atut. Terima kasih telah tetap bersedia menerima pelukku. Terima kasih atas semua ilmunya,, tolong jangan berhenti untuk nyemangatin aku, ya. aku tu lemah dan kucel kayak kemangi pecel, cuma pinter ketawa doang. Sukses terus disana.. bakal kangen bangeettt..lafyuuuu
jadi, setelah ini siapa yang akan kutulis?



Komentar
Posting Komentar